mahjong ways tak hanya mengandalkan visual teknologi di baliknya mulai menarik perhatian mahjong ways menjadi cermin perubahan desain permainan digital masa kini ada sistem rumit di balik mahjong ways yang jarang disadari pemain ketika algoritma dan desain bertemu dalam dunia mahjong ways bukan sekadar tampilan ini struktur digital yang membentuk mahjong ways mahjong ways tak hanya mengandalkan visual teknologi di baliknya mulai menarik perhatian mahjong ways mengubah simbol klasik menjadi pengalaman digital yang memikat mahjong ways terlihat sederhana namun sistem digitalnya menyimpan banyak kejutan di balik mahjong ways teknologi modern menghidupkan setiap elemen permainan apa yang membuat mahjong ways terasa begitu dinamis saat dimainkan mahjong ways jadi sorotan teknologi di baliknya ternyata lebih rumit dari yang terlihat Bagaimana Mahjong Ways Memanfaatkan Warna untuk Mengarahkan Perhatian? Bukan Kebetulan, Ini Alasan Mahjong Ways Terasa Begitu Mudah Diingat Dari Budaya Klasik ke Layar Modern, Mahjong Ways Menemukan Wajah Barunya Di Balik Kesederhanaannya, Mahjong Ways Punya Strategi Visual yang Cermat Mahjong Ways dan Cara Desain Suara Membentuk Suasana Permainan Mahjong Ways dan Seni Membuat Permainan Digital Terasa Tidak Membosankan Mahjong Ways Membawa Nuansa Tradisional ke Generasi Digital Mahjong Ways Mengandalkan Ritme, Bukan Hanya Tampilan yang Menarik slot gacor slot gacor hari ini slot gacor malam ini qris66 slot qris qris66 slot qris slot dana slot mahjong qris66 prediksi togel slot thailand mahjong ways jadi sorotan benarkah permainan digital ini bisa menghasilkan cuan scatter dan multiplier mahjong ways jadi perhatian apa pengaruhnya terhadap peluang cuan teknologi rng di mahjong ways mengapa cuan tidak bisa diprediksi dari pola putaran pg soft dan pragmatic play sama sama pakai rng lalu apa yang sebenarnya berbeda algoritma atau desain game ini yang membuat pg soft dan pragmatic punya karakter berbeda rtp rng dan volatilitas tiga faktor yang membedakan pg soft dan pragmatic mitos algoritma pg soft dan pragmatic benarkah ada pola yang bisa dibaca pemain pg soft vs pragmatic play di indonesia mana yang lebih populer di kalangan penggemar slot mahjong ways dan opera dynasty tunjukkan cara pg soft mengemas tradisi ke dunia digital korelasi mahjong ways dan opera dynasty dari sisi desain musik dan cerita dari simbol mahjong hingga kostum opera ini benang merah dua game pg soft mahjong ways dan jejak permainan keberuntungan dalam kebudayaan tiongkok dari meja mahjong ke layar smartphone perjalanan tradisi tiongkok yang berubah angka warna dan simbol hoki tiongkok di balik visual mahjong ways naga koin dan ubin mahjong simbol keberuntungan tiongkok dalam mahjong ways mahjong ways dan fenomena permainan keberuntungan dalam sejarah masyarakat tiongkok win fish prawn crab vs mahjong ways apa persamaan dan perbedaan dua game bertema asia ini win fish prawn crab dan mahjong ways dua cara berbeda mengemas budaya asia ke layar smartphone apa benang merah mahjong ways dan win fish prawn crab dari sisi budaya dan keberuntungan
PROSIDING : VALIDITAS KONSTRUK TES PENGUKUR PERKEMBANGAN KEMAMPUAN LISTENING SISWA SMA/MA DENGAN ANALISIS FAKTOR KONFIRMATORI (CFA) Lina Primary Author Fitri Wulandari Primary Author Martalia Ardyaningrum Primary Author mixed material bibliography Purwokerto Universitas Jenderal Soedirman 2021 id Indonesia
Text
8 hlm
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis validitas konstruk tes yang digunakan untuk mengukur perkembangan kemampuan listening siswa SMA/MA. Terdapat tiga tes listening yang sebelumnya telah disusun, yaitu tes listening untuk kelas X, XI, dan XII. Tes listening ini dikembangkan berdasarkan konstruk kemampuan listening dari Bachman (1990) dan Buck (2001). Tes listening yang telah dirancang selanjutnya diuji coba secara terbatas kepada 183 siswa kelas X, 164 siswa kelas XI, dan 178 siswa kelas XII sebelum digunakan dalam proses pengumpulan data. Data hasil uji coba dianalisis menggunakan analisis faktor konfirmatori (CFA) untuk mengkonfirmasi sejauh mana keterwakilan variabel laten pada butir penyusun tes. Hasil analisis CFA menunjukkan bahwa masing-masing tes listening kelas X, XI dan XII mengukur 4 kemampuan, yaitu (1) menentukan ide pokok sebagai manifestasi dari kemampuan memahami makna teks, (2) menentukan tujuan teks sebagai manifestasi dari kemampuan memahami makna bahasa secara utuh, (3) mengidentifikasi informasi detil sebagai manifestasi dari kemampuan memahami makna bahasa, dan (4) menentukan respons dari teks yang disimak sebagai manifestasi kemampuan menyimak komunikatif. Meskipun demikian, terdapat 1 butir tes kelas X dan 3 butir tes kelas XI yang memiliki nilai factor loading di bawah 0,3 sehingga dilakukan perbaikan dengan menyederhanakan stem, mengganti diksi, dan mengubah kalimat pasif pada stem menjadi aktif. Kata kunci: CFA, validitas konstruk, tes listening ABSTRACT This study aims to examine the construct validity of listening tests which are used to measure the improvement of studentsā€˜ listening skill. There are three listening tests to be tested for students Grade X, XI, and XII. The tests were designed based on construct of listening ability proposed by Bachman (1990) and Buck (2001). The designed tests then were tried out to 183 students of Grade X, 164 students of Grade XI, and 178 students of Grade XII. The try out data were analyzed using confirmatory factor analysis (CFA) to examine the extent to which the representation of latent variables constructing the tests by the tests items. Results show that each of listening test (test for Grade X, XI, and XII) measure four of latent variables; i.e., define the main idea as a manifestation of the ablity to understand the text, define the purpose of text as a manifestation of the ability to understand the meaning of language as a whole, define the detail information as a manifestation of the ability to understand the meaning of language in details, and define the respons of the text as a manifestation of the ability to listen communicatively. Nevertheless, there was an item of listening test for grade X and 3 items of listening test for grade XI have standardized loading factor (SLF) value less than 0,3 so that the revisions were made to those items by simplifying the stem, changing the diction, and changing the passive to active voice. Keywords: CFA, construct validity, listening test prosiding 9786234650273 Perpustakaan IIQ An Nur Yogyakarta NPP 3402152F1000002 prosiding SR110223 Lantai 1 - Koleksi Umum prosiding VALIDITAS KONSTRUK TES PENGUKUR PERKEMBANGAN KEMAMPUAN LISTENING SISWA SMA/MA DENGAN ANALISIS FAKTOR KONFIRMATORI (CFA) Prosiding_Bahasa_Sastra_dan_Pengajarannya_Part1.jpg.jpg 9374 2023-01-11 17:39:50 2023-01-11 17:49:28 machine generated